Seorang bekas guru sekolah menengah di Singapura dihukum bersalah dengan dakwaan berganda, termasuk mengintip dan merakam pelajar perempuannya di tandas.

Channel News Asia, Jumaat (13/7/2012), memberitakan Bertrand Ngien Wen-Tseah mengakui tiga perbuatan jahatnya, antara lain melanggar kebiasaan kesopanan perempuan, tiga kali memasuki wilayah persendirian orang lain, dan satu kes memusnahkan barang bukti, serta satu kes perilaku menyimpang.

Aksi syaitannya itu ia lakukan selama dua bulan, pada Januari hingga Februari 2012. Laki-laki berusia 37 tahun itu menyelinap ke tandas perempuan di sekolahnya pada Februari dan memasang kamera di tiga tempat di tandas itu.

Kamera itu ia simpan di belakang dinding, nasib baiklah kemudian diketahui oleh kawannya. Ia berusaha mengelak dengan membawa pulang SD memori card di kamera itu. Namun, pihak keselamatan sekolah mengetahuinya dan memintanya untuk kembali ke sekolah. Di perjalanan menuju sekolah itulah, ia kemudian membuang SD memori card itu ke parit.

Ngien kemudian bertemu pengetua sekolah, wakil pengetua sekolah, dan sejumlah guru senior. Ia kemudian dilaporkan kepada polis. Ia juga membuang bukti-bukti lain, berupa laptop pemberian Kementerian Pendidikan ke tong sampah di dekat rumahnya. Laptop itu ia gunakan utuk menonton hasil rakaman.

Bagi pelanggaran norma kesopanan perempuan, ia boleh dikenakan hukuman penjara empat tahun. Untuk menghilangkan barang bukti, Ngien boleh terkurung di penjara selama dua tahun. Ia juga diancam penjara satu tahun dan denda untuk pasal melakukan tindakan menyimpang.